Tinggal Satu Bulan, Belanja APBD Provinsi Baru 40 Persen …

  • Rabu, 2 September 2020 | 11:10 WIB
  • Penulis:

    • Saktia Andri Susilo
    • Wisnu Wijanarko

JAKARTA, suaramerdeka.com  – Pemerintah tinggal punya waktu satu bulan, yakni September untuk mengejar pertumbuhan positif, agar terhindar dari jurang resesi. Untuk itu, sebelum akhir Triwulan III, perlu percepatan realisasi anggaran belanja pemerintah merupakan salah satu solusi untuk mendukung pemulihan ekonomi berjalan beriringan dengan pemulihan dampak kesehatan akibat pandemi.

Namun realisasi belanja APBD masih pada kisaran 40 persen sehingga perlu upaya percepatan. Penegasan itu disampaikan Presiden Jokowi saat memberikan pengarahan kepada para gubernur dalam rapat terbatas melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Selasa, 1 September 2020, Presiden Joko Widodo meminta agar anggaran belanja daerah untuk segera digunakan untuk pergerakan ekonomi di daerah-daerah.

“Saya minta percepat belanja APBD provinsi dan perintahkan untuk bupati dan wali kota agar APBD kabupaten dan kota terutama yang berkaitan dengan belanja barang, belanja modal, belanja bansos ini betul-betul disegerakan sehingga bisa meningkatkan konsumsi masyarakat dan meningkatkan ekonomi di daerah,” ujarnya.

Presiden mengungkapkan berdasarkan data hingga 27 Agustus, rata-rata nasional belanja untuk APBD provinsi masih sebesar 44,74 persen dan belanja kabupaten/kota sebesar 48,8 persen. Karena itu, masing-masing kepala daerah diminta melihat kembali realisasi penyerapan anggaran di wilayahnya.

Dia mencontohkan, penyerapan anggaran untuk belanja barang dan jasa di DKI Jakarta sudah tinggi, mencapai 78 persen. Begitu juga dengan belanja modal sudah 92 persen. Oleh karena itu, pemerintah pusat akan terus mengawasi realisasi penyerapan APBD di tiap-tiap daerah.

Baca juga: Kuartal III 2020 Kunci Hindari Resesi, Ini 3 Strategi Sri Mulyani

Kepala Negara meminta para kepala daerah untuk mencermati realisasi anggaran pemerintah daerah yang dibutuhkan untuk beredarnya uang di daerah dan realisasi terhadap bantuan sosial yang diterima masyarakat daerah. “Realisasi APBD seperti ini setiap hari saya ikuti. Semua provinsi, kabupaten, dan kota kelihatan semua angka-angkanya. Tolong betul-betul angka-angka ini diperhatikan sehingga realisasi untuk pengadaan barang dan jasa untuk belanja modal atau belanja bansos itu benar-benar segera terealisasi,” tandasnya.

“Kuartal kedua kita sudah pada posisi minus 5,3 persen. Sudah minus. Untuk itu untuk kuartal ketiga yang kita ini masih punya waktu satu bulan yaitu Juli, Agustus, September, kita masih punya kesempatan di bulan September ini. Kalau kita masih berada pada posisi minus artinya kita masuk ke resesi,” katanya.

Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, presiden kembali meminta agar belanja daerah baik belanja barang, belanja modal, maupun penyaluran bantuan sosial dipercepat. Sehingga dapat meningkatkan konsumsi masyarakat dan memulihkan kondisi ekonomi di daerah.



Paul Taka

Paul Taka