Apeksi minta realisasi belanja pemerintah dipercepat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) meminta realisasi belanja pemerintah pusat dipercepat. Wakil Ketua Apeksi, Bima Arya Sugiarto menyebutkan, pemerintah pusat harus menyadari pemulihan ekonomi saat ini jangan hanya mengandalkan sektor swasta atau korporasi, mengingat sektor ini terbilang masih belum bangkit.

Walikota Bogor ini mengatakan, di tengah pandemi covid-19, belanja pemerintah pusat merupakan sumber utama untuk mengerek ekonomi. Dia berharap, dibentuknya Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dapat mempercepat realisasi tersebut.

Baca Juga: Publik Menaruh Harapan Besar Terhadap Komite Penanganan Covid-19 dan PEN

“Pemerintah pusat punya uang, punya alokasi dana, jadi government spending ini sources yang utama, mempercepat spending ini. Komite ini harus mengakselerasi government spending tadi,” kata Bima, Selasa (21/7).

Selain itu, Bima meminta komite harus melakukan quick assessment terkait dengan potensi ekonomi di setiap daerah. Karena, meski saat ini terdapat sektor yang menurun, tetapi juga terdapat sektor yang permintaannya terbilang tinggi. Misalnya seperti produk kerajinan rumah, dekorasi rumah, urban farming dan hal lainnya. “Pemerintah pusat harus melakukan quick assessment masing-masing daerah untuk kemudian dibantu,” ucap Bima.

Selanjutnya, Apeksi berharap dengan dibentuknya Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) harus ada penyederhanaan rantai birokrasi dan sistem pengambilan keputusan. Jadi komite ini tidak ada gunanya jika mengikuti pola-pola yang selama ini ada.

Baca Juga: Apeksi minta Komite Penanganan Covid-19 dan PEN lakukan tiga hal ini

Sebagai informasi, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, realisasi belanja negara pada semester pertama 2020 mencapai Rp 1.068,9 triliun. Ini setara dengan 39,0% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 yang ada di dalam Perpres 72/2020 sebesar Rp 2.739,2 triliun.

Lebih rinci, realisasi belanja pemerintah pusat sampai dengan Juni 2020 tercatat sebesar Rp 668,5 triliun atau setara 33,8% dari pagu APBN 2020 yang ada di dalam Perpres 72/2020 sebesar Rp 1.975,2 triliun.



Artikel Asli


Lihat Lainnya

Kontan.co.id

Paul Taka

Paul Taka